Month: August 2020

Tahun Depan Pertamina akan mengebor 44 sumur Blok Rokan

Tahun Depan Pertamina akan mengebor 44 sumur Blok Rokan

PT Pertamina telah memastikan segera melakukan aktivitas pengeboran di wilayah Blok Rokan, dan hal tersebut rencananya tepat sesudah terjadinya kontrak CPI (PT Chevron Pacific Indonesia) hingga bulan Agustus tahun 2021.

Fajriyah Usman selaku Vice President Corporate Communication Pertamina menyebutkan bahwa PHR (PT Pertamina Hulu Rokan) yang merupakan anak usaha PT Pertamina akan melaksanakan kegiatan pengeboran pada 44 sumur tahun 2021 pasca wilayah Rokan dialih kelolakan ke Pertamina.

PHR sedang melakukan persiapan program pengeboran dan termasuk pula pengadaan rig, logistic, dan kru supaya bisa langsung menjalankan pengeboran ketika alih transisi Blok Rokan telah selesai prosesnya.

Selain akan mengadakan aktivitas mengebor sumur yang baru, Pertamina akan melakukan pula upaya-upaya peningkatan Blok Rokan dalam hal produksi. Misal melalui optimalisasi produksi dengan aktivitas Primary serta Secondary/Waterflood ataupun Steamflood atau Tertiary Recovery dan Chemical EOR.

Purbaya Yudhi Sadewa yang menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi sebelumnya mengatakan bahwa selama masih masa transisi, maka pemerintah akan menopang biaya investasi disesuaikan dengan PSC (Production Sharing Contract) Blok Rokan.

Pihak pengelola yang akan mengeksekusi investasi kegiatan pengeboran berdasarkan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yakni Chevron. Akan tetapi, nilai investasi ini akan dihitung dalam SCR (Skema Cost Recovery). Oleh karena itu, pemerintah berencana mengembalikan cost investasi yang berdasarkan KKKS. Jadi dalam investasi kali ini, pemerintah tetap akan berkontribusi disesuaikan skema PSC.

Secara lebih lanjut mengenai pelaksanaan kegiatan usaha, SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi dan Chevron sudah mengadakan komunikasi cukup intensif. Direncanakan kedua pihak akan segera menandatangani dokumen penyesuaian dan kesepakatan atas PSC. Skema investasi pada masa transisi kelola Blok Rokan akan dicantumkan.

Akan tetapi, Purbaya Yudhi Sadewa saat ini belum bisa memberitahukan kapan tepatnya tanggal dilakukannya penandatanganan tersebut. Kendati demikian, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa sejauh ini pihak SKK Migas telah menerima proposal Chevron dalam rangka investasi yang nilainya US$ 152 juta dan diperuntukan bagi kegiatan pengeboran wilayah Blok Roka sebanyak 104 sumur. Yang mana kontrak Rokan di mulai tahun 2020 dan akan berakhir bulan Agustus tahun 2021.

Putusan pemerintah untuk menanggung biaya investasi CPI (PT Chevron Pacific Indonesia) di wilayah Blok Rokan, merupakan upaya pemerintah untuk menahan penurunan dalam segi produksi, sebelum Pertamina resmi mengelola wilayah blok pengeboran tersebut. Purbaya Yudhi Sadewa menganggap penting upaya untuk menjaga kapasitas penghasilan atau produksi migas (Minyak dan gas) nasional terutama di wilayah Rokan tersebut. Oleh karena itu, investasi drilling atau pengeboran harus terus menerus berlanjut.

Pihak SKK Migas mengungkap bahwa terdapat kurang lebih 16 blok pengeboran minyak dan gas yang terminasi sampai tahun 2023 mendatang. Berdasarkan SKK Migas, perpanjangan operasi sudah diberikan kepastiannya pada sejumlah blok dengan harapan bisa tetap menjaga tingkat produksi.

Sedangkan Susana Kurniasih yang kini menjabat sebagai Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, mengatakan bahwa sebagian dari blok migas yang terminasi bahkan termasuk sebagai wilayah kerja dengan potensi bagus, yang mempunyai tingkat produksi cukup tinggi, antara lain: Blok Rokan, Plains Pekanbaru, Blok Coastal, Blok Jabung serta Blok Rimau. Pihak pemerintah sudah menetapkan putusan kelola wilayah kerja tersebut kepada operator eksisting maupun peralihan pada kontraktor baru.

5 Sektor Industri Ini Tetap Eksis Selama Masa Pandemi. Apa Saja?

5 Sektor Industri Ini Tetap Eksis Selama Masa Pandemi. Apa Saja?

Dunia telah dihebohkan dengan pemberitaan Covid-19 yang semakin parah. Hal ini memberikan dampak signifikan pada berbagai sector kehidupan termasuk ekonomi. Kendala tersebut semakin parah dengan diberlakukannya aturan mengenai physical dan social distancing. Banyak industri yang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, beberapa industri yang dilaporkan sempat mengalami collapse. Namun, ada beberapa industri menjanjikan di masa pandemic yang tetap eksis.

Berbagai industri menjanjikan di masa pandemic bisa pertahankan eksistensi

Keberadaan industri menjanjikan di masa pandemic ini bisa bertahan dengan baik ketika pelaku bisnis tersebut mengubah strategi pemasarannya. Tentu saja dibutuhkan pemikiran yang tepat hingga mampu menjadikan industri tersebut tidak mengalami kerugian dalam jumlah besar. Lantas, industri apakah yang masih bertahan di tengah pandemic seperti ini? Berikut beberapa diantaranya.

  1. Industri makanan dan minuman

Salah satu industri menjanjikan di masa pandemic yang sampai saat ini masih eksis adalah industri makanan dan minuman. Jenis industri ini tidak mungkin mengalami kemunduran yang signifikan mengingat hampir setiap hari masyarakat membutuhkan makan dan minum untuk bertahan hidup. Terlebih lagi dengan adanya layanan Go-Food yang memberikan kemudahan sekalipun pemerintah menginstruksikan untuk menikmati makanan di rumah.

  1. Industri telekomunikasi

Di tengah mewabahnya virus Corona yang sangat mematikan, pihak kementrian pendidikan dan kebudayaan kembali mengeluarkan kebijakan baru untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh. Kondisi ini dimanfaatkan oleh bebera industri menjanjikan di masa pandemic termasuk industri telekomunikasi yang terus berusaha meningkatkan jaringan internet yang stabil sehingga kegiatan belajar dan mengajar tetap bisa terselenggara.

  1. Industri kesehatan

Meningkatnya jumlah korban jiwa yang disebabkan oleh virus Corona berdampak pada peningkatan kewaspadaan seluruh masyarakat dunia atas pentingnya kesehatan. Tidak jarang banyak orang yang berusaha menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi berbagai obat-obatan. Tentu saja kondisi ini dimanfaatkan oleh industri menjanjikan di masa pandemic seperti toko obat yang juga menyediakan masker berkualitas yang akan menurunkan resiko terserang Covid-19.

  1. Industri kebutuhan pokok

Sama halnya dengan industri makanan dan minuman, industri menjanjikan di masa pandemic lainnya yang bisa bertahan adalah industri kebutuhan pokok. Jenis industri ini banyak diserbu oleh masyarakat terutama ketika di awal terjadi Corona. Perilaku panic buyers pada saat itu sedikit banyak memberikan keuntungan tersendiri bagi para penjual kebutuhan pokok hingga bisa meraup untung mencapai puluhan juta rupiah. Hal ini menjadi bukti bahwa bisnis kebutuhan pokok tahan terhadap adanya krisis di masa pandemi.

  1. Industri pendidikan 

Tidak kalah lagi dengan beberapa industri menjanjikan di masa pandemic lainnya, industri pendidikan seperti penyediaan layanan belajar jarak jauh juga mengalami peningkatan omzet. Beberapa pelatihan maupun kursus secara online ramai-ramai memadati dunia maya tanpa menghiraukan adanya lockdown ataupun PSBB. Semua bisa dijalankan secara online sehingga semua orang bisa mengembangkan diri dengan berbagai pengetahuan yang didapatkan dari jarak jauh. 

Dibaca : Cara Memenangkan Permainan dan Menarik Uang di Poker88

Hampir semua industri dalam negeri mengalami penurunan omzet yang sangat signifikan selama musim pandemic. Sekalipun demikian, beberapa industri menjanjikan di masa pandemic seperti kebutuhan pokok, makanan dan minuman, kursus online hingga telekomunikasi termasuk penyedia internet sama sekali tidak tergoyah bahkan berkembang dengan pesat.

 Pada dasarnya, semua bisa bertahan dan ditingkatkan dengan berbagai penjualan kreatif sekaligus upaya promosi yang jitu. Jadi, kini semua berada di tangan pada pelaku industri itu sendiri bagaimana menyikapi jalannya industri tersebut di masa pandemic.