Tahun Depan Pertamina akan mengebor 44 sumur Blok Rokan

Tahun Depan Pertamina akan mengebor 44 sumur Blok Rokan

PT Pertamina telah memastikan segera melakukan aktivitas pengeboran di wilayah Blok Rokan, dan hal tersebut rencananya tepat sesudah terjadinya kontrak CPI (PT Chevron Pacific Indonesia) hingga bulan Agustus tahun 2021.

Fajriyah Usman selaku Vice President Corporate Communication Pertamina menyebutkan bahwa PHR (PT Pertamina Hulu Rokan) yang merupakan anak usaha PT Pertamina akan melaksanakan kegiatan pengeboran pada 44 sumur tahun 2021 pasca wilayah Rokan dialih kelolakan ke Pertamina.

PHR sedang melakukan persiapan program pengeboran dan termasuk pula pengadaan rig, logistic, dan kru supaya bisa langsung menjalankan pengeboran ketika alih transisi Blok Rokan telah selesai prosesnya.

Selain akan mengadakan aktivitas mengebor sumur yang baru, Pertamina akan melakukan pula upaya-upaya peningkatan Blok Rokan dalam hal produksi. Misal melalui optimalisasi produksi dengan aktivitas Primary serta Secondary/Waterflood ataupun Steamflood atau Tertiary Recovery dan Chemical EOR.

Purbaya Yudhi Sadewa yang menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi sebelumnya mengatakan bahwa selama masih masa transisi, maka pemerintah akan menopang biaya investasi disesuaikan dengan PSC (Production Sharing Contract) Blok Rokan.

Pihak pengelola yang akan mengeksekusi investasi kegiatan pengeboran berdasarkan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yakni Chevron. Akan tetapi, nilai investasi ini akan dihitung dalam SCR (Skema Cost Recovery). Oleh karena itu, pemerintah berencana mengembalikan cost investasi yang berdasarkan KKKS. Jadi dalam investasi kali ini, pemerintah tetap akan berkontribusi disesuaikan skema PSC.

Secara lebih lanjut mengenai pelaksanaan kegiatan usaha, SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi dan Chevron sudah mengadakan komunikasi cukup intensif. Direncanakan kedua pihak akan segera menandatangani dokumen penyesuaian dan kesepakatan atas PSC. Skema investasi pada masa transisi kelola Blok Rokan akan dicantumkan.

Akan tetapi, Purbaya Yudhi Sadewa saat ini belum bisa memberitahukan kapan tepatnya tanggal dilakukannya penandatanganan tersebut. Kendati demikian, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa sejauh ini pihak SKK Migas telah menerima proposal Chevron dalam rangka investasi yang nilainya US$ 152 juta dan diperuntukan bagi kegiatan pengeboran wilayah Blok Roka sebanyak 104 sumur. Yang mana kontrak Rokan di mulai tahun 2020 dan akan berakhir bulan Agustus tahun 2021.

Putusan pemerintah untuk menanggung biaya investasi CPI (PT Chevron Pacific Indonesia) di wilayah Blok Rokan, merupakan upaya pemerintah untuk menahan penurunan dalam segi produksi, sebelum Pertamina resmi mengelola wilayah blok pengeboran tersebut. Purbaya Yudhi Sadewa menganggap penting upaya untuk menjaga kapasitas penghasilan atau produksi migas (Minyak dan gas) nasional terutama di wilayah Rokan tersebut. Oleh karena itu, investasi drilling atau pengeboran harus terus menerus berlanjut.

Pihak SKK Migas mengungkap bahwa terdapat kurang lebih 16 blok pengeboran minyak dan gas yang terminasi sampai tahun 2023 mendatang. Berdasarkan SKK Migas, perpanjangan operasi sudah diberikan kepastiannya pada sejumlah blok dengan harapan bisa tetap menjaga tingkat produksi.

Sedangkan Susana Kurniasih yang kini menjabat sebagai Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, mengatakan bahwa sebagian dari blok migas yang terminasi bahkan termasuk sebagai wilayah kerja dengan potensi bagus, yang mempunyai tingkat produksi cukup tinggi, antara lain: Blok Rokan, Plains Pekanbaru, Blok Coastal, Blok Jabung serta Blok Rimau. Pihak pemerintah sudah menetapkan putusan kelola wilayah kerja tersebut kepada operator eksisting maupun peralihan pada kontraktor baru.