Tahapan Luar Biasa Perkembangan Islam di Afrika

Perkembangan Islam di Afrika

Tahukah Anda, Islam di Afrika hampir sama tuanya dengan kemunculan agama Islam itu sendiri yakni Islam telah masuk ke Afrika dari sebelum dimulainya kalender Hijriyah. Sampai saat ini, Islam menjadi salah satu agama yang terbesar di Afrika. Komunitas kaum muslimnya sudah tersebar setengahnya di wilayah Arab Maghribi di Afrika Utara yaitu berada di negara-negara Libya, Mesir, Tunsia, Aljazair, Sahara Barat, dan Maroko. Selain itu, komunitas muslim juga tersebar di negara di kawasan Afrika Sub-Sahara.

Penyebaran agama Islam di Afrika dilakukan dengan berbagai cara, misalnya ekpansi melalui panaklukan misalnya seperti yang terjadi di Afrika Utara.  Selain itu, jumlah penganut agama Islam di Afrika juga terus berkembang pesat baik karena pertumbuhan penduduk maupun aktivitas dakwah disana.

Pada mulanya, agama Islam telah tersebar di Afrika pada masa kekhalifahan Rasyidin dan masuk melalui wilayah Mesir, Ethiopia, Nubia, dan Afrika Utara. Orang Afrika yang paling awal masuk Islam ialah Bilal bin Rabah, beliau adalah seorang budak yang dimerdekakan menjadi sahabat Nabi SAW. Untuk lebih menambah pengetahuan tentang perkembangan Islam yang terjadi di Afrika, pada artikel kali ini Kami akan membahas tentang tahap sejarah perkembangan Islam yang terjadi di Afrika.

3 Tahap Sejarah Perkembangan Islam yang terjadi di Afrika

Tahukah Anda, perkembangan peradaban dan ajaran Islam di Afrika terjadi secara bertahap. Menurut Margari Hill (sejarawan yang berasal dari Stanford University) menyatakan bahwa tahapan sejarah yang sudah dilewati Islam di sub-Sahara ada tiga. Hal itu dituangkan dalam tulisannya dalam tulisannya, The Spread in West Africa.

Ketiganya dijelaskan sebagai berikut:

  • Tahap Penahanan

Ajaran Islam sendiri kehadiran awalnya dianut hanya oleh komunitas yang saat itu terhubung melalui kegiatan perdagangan di wilayah trans-Sahara.  Menurut Hill, pada abad ke-11 Masehi seorang geografer yang memiliki nama Al-Idrisi pada abad 11 Masehi mencatat bahwa di wilayah Gahana dan Tekur ada beberapa pendatang yang datang dari orang Arab dan Afrika Utara.

Agama islam dikawasan Afrika Barat, penyebarannya tidak lepas dari peran para ulama dan saudagar. Mereka sangat berperan besar terhadap proses penyebaran di wilayah Afrika Barat. Selain itu, para pedaganga muslim terpelajar juga telah banyak memberikan bantuan kepada kerajaan yang merupakan non-muslim di bidang administrasi tersebut dengan cara memberikan fasilitasi perdagangan yang dilakukan jarak jauh. Fasilitas tersebut diberikan dengan cara membuat aturan kredit, kontrak, dan juga informasi jaringan.

Diawali abad ke-8 sampai dengan abad 13 M, antara penduduk Afrika Barat dan orang muslim akhirnya mempunyai hubungan yang mulai meningkat. Negara muslim juga mulai muncul serta berkembang di wilayah Sahel sejak saat itu. Saat itu pula raja-raja di Afrika memberikan izin muslim untuk bergabung. Akhirnya di pertengahan lembah Senegel, kerajaan Islam yang dengan nama Tekur dilaporkan sudah ada pada abad ke-11 M.

  • Tahap Percampuran

Tahap yang kedua yaitu tahap percampuran. Sesudah di sub-Sahara perkembangan Islam terjadi dengan pesat, di Afrika banyak penguasa yang mulai mengikuti ajaran agama Islam. Meskipun disana banyak penduduk kerajaan yang mempunyai budaya dan kepercayaan yang berbeda-beda, akan tetapi beberapa penguasa selanjutnya mencampur agama Islam menggunakan ajaran lokal dan juga budaya Mereka. Para ahli menyebut fase inilah sebagai periode campuran.

Selain itu, Islam juga diadopsi oleh kekaisaran Mali. Beberapa wilayah kekuasaan kekaisaran Mali sendiri yaitu mencapai Senegal, Mali modern, dan sebagian Guinea dan Mauritania. Kekaisaran Mali sebenarnya merupakan suatu negara yang mempunyai kelompok budaya dan agama yang beragam. Sebenarnya, Sunjiata Keita yang mendirikan kerajaan Mali bukan orang yang menganut ajaran Islam. Namun, raja Mansa Musa lah yang merupakan raja pertama yang kemudian masuk agama Islam. Kemudian, Islam dijadikan agama yang resmi di kerajaan oleh raja Mansa Musa. Ia juga telah melakukan ibadah haji ke Mekkah. Ibadah haji yang ditunaikan Raja Mansa Musa terdengar sampai ke Eropa akibat dana dan kekayaan yang dikeluarkan sangat besar. Pengeluaran selama proses perjalanan raja Mansa Musa ke Tanah Suci sampai mendevaluasi nilai jual beli emas di negara Mesir dalam kurun waktu beberapa tahun.

  • Tahap Reformasi (Abad ke-19)

Tahap yang ketiga yaitu tahap reformasi. Pada tahap ini, perkembangan Islam di wilayah sub-Sahara ditandai dengan adanya gerakan jihad di Afrika Barat yang terjadi di abad ke 19 Masehi. Peran penting yang dimiliki kaum muslim di pengadilan yaitu sebagai penasihat dan pengacara. Para ulama dan juga kaum muslim yang terpelajar saat itu menyadari akan pentingnya melakukan gerakan reformasi. Saat itu, umat muslim mengubah kegiatan keagamaan yang Mereka sempat dicampurbaurkan kepercayaan lokal dan budaya oleh penguasa Afrika dengan mengadopsi nilai Islam sesuai dengan syariah. Akhirnya, reformasi tersebut menjadikan kekhalifahan Sokoto lahir di negara Umarian tapatnya di Senegambia dan di Tanah Hausa.

Sementara itu, masuknya Islam ke Afrika bagian selatan ialah melalui para budak Melayu yang dibawa orang Eropa ke wilayah tersebut. Selain itu, penyebaran Islam di Afrika tidak lepas dari persaingan antara Islam dan Kristen dan juga antara Islam dan westernisasi sekuler. Meskipun demikian, Islam di Afrika tetap terus berkembang sangat pesat. Hampir separuh dari total penduduk di Afrika adalah muslim, hingga tahun 2002 jumlah umat Islam diperkirakan mencapai 45% dari pnduduk Afrika itu sendiri.

Faktor politik dan ekonomi juga mempengaruhi perkembangan Islam yang terjadi di Afrika. Dari segi politik sendiri di Afrika banyak sejumlah tokoh muslim yang menduduki jabatan tertinggi di negaranya sehingga penyebaran Islam di Afrika semakin mudah. Contohnya saja, Muammar Khadafi menjadi pemimpin muslim kontemporer Libya.

Selain itu, dari segi ekonomi, Afrika Selatan merupakan negara maju dengan kekayaan tambang, terutama yang bernilai seperti emas, berlian, dan platinum. Sistem perundangan, keuangan, energi infrastruktur yang modern juga menjadi faktor yang membuat hubungan Afrika dengan negara Islam di luar benua Afrika menjadi lebih dekat. Hal itu tentunya membuat perkembangan Islam yang terjadi di Afrika terus meningkat.