Korupsi Buat 3 Ketum Parpol Mengakhiri Karirnya Di Balik Jeruji Besi

Korupsi Buat 3 Ketum Parpol Mengakhiri Karirinya Di Balik Jeruji Besi

Menjadi seorang yang besar tidaklah mudah. Berbagai godaan sering kali hadir dalam hidup sehingga perlu perilaku bijak dalam menyikapinya. Sayangnya, ketika seseorang telah mencapai keberhasilan, banyak dari mereka yang lupa hingga melakukan hal di luar batas kewajaran. Hal tersebut kerap kali dilakukan oleh beberapa ketua umum parpol yang melakukan tindak korupsi. Mereka tergiur dengan jumlah uang sangat banyak hingga ketua umum parpol di penjara.

Kabar ketua umum parpol di penjara memang bukanlah hal baru dalam bidang politik di Indonesia sebab sudah banyak ketua partai politik yang terjerat dengan berbagai kasus yang salah satunya adalah korupsi. 

Jika sudah demikian, mereka telah gagal dalam membawa aspirasi masyarakat di jajaran kursi dewan. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat pun juga sudah dirusak hingga kini masyarakat tidak lagi percaya atas kepemimpinan saat ini hingga pada akhirnya mereka pun dicopot sebagai ketua umum partai politik yang sempat membesarkan namanya.

Deretan Ketua Umum Parpol di Penjara Karena Kasus Korupsi

Kasus korupsi di kalangan partai politik memang sering mendapat sorotan hingga pada akhirnya membawa kasus tersebut ke meja hijau. Hingga detik ini setidaknya banyak sekali ketua umum parpol yang di penjara karena kasus penggelapan uang. Sebagai gambaran umum, berikut ini beberapa nama ketua partai politik yang pada akhirnya mendekam di penjara karena kasus korupsi yang menimpanya.

  1. Lutfi Hasan Ishaaq

Salah satu ketua umum parpol di penjara yaitu Luthfi Hasan Ishaaq yang berangkat dari partai PKS. Sayangnya, dalam perjalanan karir di dunia politik, Lutfi harus diadili karena kasus korupsi penerimaan suap dalam memberikan rekomendasi atas kuota daging kepada pihak Kementerian Pertanian. 

Dalam hal ini, dia bersama temannya terbukti menerima suap sebesar Rp 1.3 miliar yang didapatkan dari pihak PT Indraguna Utama yang dimiliki oleh Maria Elizabeth Liman. Atas berbagai kasus yang menimpanya, dia akhirnya harus mendekam di penjara selama 16 tahun dengan denda Rp 1 miliar.

  1. Anas Urbaningrum

Selain Luthfi Hasan Ishaaq, ketua umum parpol yang lainnya adalah Anas Urbaningrum. Anas yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum partai demokrat ini juga terlibat suap atas proyek Hambalang. Kasus suap ini bermula ketika pihak KPK melakukan sidak kepada kantor Grup Permai yang dimiliki oleh Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum demokrat. 

Atas tindakannya dalam menerima suap, Anas pada akhirnya harus mendekam di penjara selama 8 tahun dengan denda sebesar Rp 300 juta untuk subside 3 bulan penjara.

  1. Suryadharma Ali

Kasus korupsi juga menimpa Suryadharma Ali yang notabene merupakan mantan menteri agama. Dalam kasusnya, Suryadharma dinilai telah menggelapkan uang haji tahun 2012-2013 hingga menyebabkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp 1.7 triliun. 

Selain itu, dia juga terbukti tidak adil dalam memanfaatkan sisa dana yang berasal dari kuota haji. Atas dasar tersebut, Suryadharma termasuk dalam deretan ketua umum parpol di penjara selama 6 tahun serta denda sebesar Rp 300 juta.

Dibaca juga : Manfaat Luar Biasa Yang Akan Didapatkan!

Selain ketiga nama tersebut, siapa sangka jika ada beberapa nama besar lain yang notabene masuk dalam jajaran ketua umum parpol di penjara. Beberapa diantaranya adalah Setya Novanto yang terlibat dalam kasus pengadaan e-KTP hingga dia mendapatkan kekayaan atas tindakannya sebesar 7.3 juta dollar AS. 

Tidak hanya itu, Romahurmuzly juga harus mendekam di penjara atas kasus yang menimpanya yaitu suap atas jual beli jabatan hingga dia berhasil mendapatkan Rp 300 juta. Itulah beberapa nama ketua umum parpol di penjara yang kasusnya sempat heboh di media massa.