Ini Dia “Serangan” Politik Yang Sempat Memanas Di 2018 Antara Prabowo dan Jokowi

Ini Dia “Serangan” Politik Yang Sempat Memanas Di 2018 Antara Prabowo Dan Jokowi

2018 merupakan tahun yang menentukan bagi Indonesia, dimana masyarakat dari Sabang sampai Merauke menggunakan hak pilih untuk menentukan sosok pemimpin bangsa. Berbagai proses yang sangat panjang dilakukan mulai dari pencalonan setiap wakil partai hingga perdebatan sengit yang dilakukan baik di media massa maupun cetak. Hal ini memberikan sedikit gambaran terkait serangan politik 2018 yang kemudian banyak disoroti oleh media.

Sebelumnya disebutkan bahwa perihal debat cawapres akan diagendakan tahun 2019, namun tidak sedikit cuitan bernada sindiran telah bermunculan di media sosial sebagai bentuk ungkapan dari para pendukung calon presiden. 

Hal ini terus berkembang hingga menjadi suatu serangan politik 2018 yang banyak mendapatkan sorotan public dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Jika sudah demikian, kini giliran calon presiden yang wajib mengklarifikasi dalam sebuah debat yang sehat.

Berbagai Serangan Politik 2018 yang Sempat Memanas

Terkait dengan serangan politik tahun 2018, pastinya sedikit banyak Anda mengetahui berbagai serangan yang dihadapi oleh calon presiden saat itu. Menyikapi hal tersebut, tentu saja masing-masing calon presiden selalu menyiapkan jawaban jitu atas berbagai cuitan yang ada di luar sana. Selanjutnya, berikut ini beberapa serangan politik antara kubu Jokowi sekaligus Prabowo.

  1. Dua jari sempat menjadi kontroversi

Kejadian ini bermula dari tindakan Paspampres yang menurunkan tangan seorang warna ketika bertemu Jokowi di acara Dies Natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara. Hal ini dilakukan oleh Paspampres karena warga tersebut dinilai menyalahi aturan karena warga tersebut mengacungkan dua jarinya. 

Sontak hal ini menjadi perbincangan warganet dan dianggap sebagai bentuk serangan politik tahun 2018  kepada kubu Jokowi yang saat ini menyandang nomor urut 1.

  1. Munculnya versi baru lagu potong bebek angsa

Berbagai serangan politik 2018 tidak hanya datang dari masyarakat, namun juga berasal dari para politikus seperti halnya Fadli Zon. Disebutkan bahwa dirinya sempat mengunggah sebuah sindiran dalam bentuk lagu potong bebek angsa yang diubah sesuai versinya. Sontak saja, unggahan tersebut ramai diperbincangkan oleh kelompok Partai Solidaritas Indonesia kepada pihak kepolisian. 

Dibaca juga : Galaxy Memang Terbaik

Akan tetapi, siapa sangka jika pihak Jokowi ternyata juga memiliki lagu serupa dengan versi tersendiri.

  1. Adanya jebakan batman

Sebelum dua serangan politik 2018  di atas bermunculan, siapa sangka jika ternyata sudah ada sindiran lain yang tidak kalah pedas. Sebut saja sebuah jebakan batman yang keluar dari sosok Erwin Izharudin dari kubu PAN. Sindiran tersebut ditujukan kepada kubu Jokowi yang saat ini memutuskan untuk menggandeng KH Ma’ruf Amin. 

Tidak berhenti sampai disini, ungkapan jebakan batman tersebut kemudian juga ditujukan kepada kubu Prabowo yang ternyata menggandeng Sandiaga. Menurut Erwin baik itu Prabowo dan Jokowi telah terperangkap dalam jebakan batman terlepas masih banyaknya sosok yang layak untuk mendampinginya di luar sana.

  1. Mencuatnya istilah kecebong, kampret hingga jendral kardus

Tidak kalah menariknya lagi, terkait dengan serangan politik 2018, muncul istilah kecebong, kampret hingga jenderal kardus. Semua istilah tersebut muncul ketika Sandiaga memberikan 500 miliar kepada Andi Arief guna membantu dirinya untuk menjabat sebagai wakil presiden bersama Prabowo. Berawal dari sinilah kemudian muncul cuitan dari Andi Arief istilah jendral kardus yang diperuntukkan kepada Prabowo. 

Tidak berhenti di sini, kubu Prabowo juga memiliki sebutan untuk “menyerang” kubu Jokowi dengan istilah kecebong dan kampret.

Mencuatnya serangan politik 2018 menjadi hal yang menarik untuk diulas di media. Tidak mengherankan jika menjelang pemilihan presiden silam berbagai media sosial menyoroti semua persoalan sindir menyindir hingga pada akhirnya mereka berdua dihadapkan dalam satu forum untuk memberikan gagasan dalam mengembangkan Indonesia agar lebih maju. Melalui cara inilah dan diikuti pemilihan umum, terpilihlah Jokowi dan Amin sebagai presiden dan wakilnya.