Industri Makanan Terganggu Karena Covid-19. Bagaimana Dampaknya?

Industri Makanan Terganggu Karena Covid-19. Bagaimana Dampaknya?

Sudah empat bulan covid-19 melanda Indonesia dan beberapa negara di dunia. Tentu saja hal ini memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai industri termasuk industri makanan dunia. Jika sebelumnya, industri makanan mampu bertahan dengan berbagai strategi promosi yang tepat, di beberapa negara belahan dunia sempat dilaporkan mengalami suatu kemunduran. Terlebih lagi dengan adanya aturan lockdown di beberapa negara yang menjadikan beberapa toko hingga supermarket terpaksa berhenti beroperasi.

Ketika pusat perbelanjaan kemudian harus ditutup sebagai bentuk tindak lanjut dari diberlakukannya aturan lockdown secara masal, tentu saja kondisi ini menjadi sangat mengkhawatirkan bagi para produsen makanan. 

Mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk menyikapi atasnya pembatasan aktivitas perdagangan di dalam maupun di luar daerah. Seiring dengan semakin parahnya industri makanan dunia, tidak sedikit pula beberapa daerah kekurangan bahan makanan hingga pemerintah turun tangan dalam memenuhi semua kebutuhan pangan wilayah tersebut.

Dampak negatif atas mewabahnya covid-19 dalam bidang industri

Adanya kepedulian pemerintah untuk memberikan berbagai bantuan pangan kepada masyarakat tentu harus mempertimbangkan stok makanan untuk jangka waktu panjang. Terlebih lagi kegiatan ekspor dan impor bahan pangan mulai mengalami kendala karena berbagai aturan yang dikeluarkan pemerintah sebagai bentuk pencegahan atas mewabahnya virus corona. 

Dilansir dari BBC pada Senin 13 April 2020, pandemic covid-19 telah mengubah industri makanan dunia dengan berbagai cara seperti berikut ini.

  1. Peternak harus rela membuang sebagian besar susu sapi

Adanya dampak virus corona di berbagai negara memberikan pengaruh yang signifikan atas industri makanan dunia khususnya bagi para peternak sapi perah. Pasalnya, banyak kedai kopi yang berlangganan susu sapi harus berhenti beroperasi. Di Amerika, para peternak yang sebelumnya tergabung dalam Koperasi Susu Sapi harus membuang setidaknya 3.7 juta galon karena gangguan jalur distribusi. Selain di Amerikan, permasalahan yang sama juga terjadi di Inggris dengan resiko terbuangnya susu sapi sebanyak 5 juta liter per minggu.

  1. Hasil pertanian tidak bisa didistribusikan

Selain industri makanan dunia yang mengalami penurunan, dikabarkan bahwa industri pertanian juga harus memendam kekecewaan atas kondisi tersebut. Disebutkan bahwa beberapa petani di Amerika harus rela membiarkan semua bawang merah membusuk secara perlahan sebagai dampak atas perubahan permintaan atas produk tersebut. Selain itu juga beberapa peternak ayam harus menghancurkan telur ayam setidaknya 750.00 butir yang belum genap berusia seminggu.

  1. Kurangnya jumlah pekerja

Pandemic covid-19 juga memberikan dampak yang signifikan atas penurunan jumlah pekerja karena banyak dari mereka yang menjalani isolasi diri. Kondisi ini membuat kegiatan produksi semakin terhambat khususnya pada industri makanan dunia yang banyak mengalami kendala. Sebagai contoh di negara Jerman yang memberlakukan suatu pengecualian atas diizinkannya para pekerja Rumania dan Polandia untuk masuk ke negaranya dan membantu memanen stroberi serta asparagus. 

  1. Perubahan atas kebiasaan belanja

Mewabahnya virus corona juga memberikan dampak atas kebutuhan masyarakat akan bahan pokok. Seperti yang terjadi di Inggris yang lebih mengedepankan atas permintaan tepung karena banyak warganya yang cenderung lebih suka mengkonsumsi makanan buatan sendiri seperti roti. Tentu saja hal ini berpengaruh pada industri makanan dunia yang sebelumnya berkembang pesat kini harus menahan kekecewaan atas banyaknya masyarakat yang lebih suka membuat semua makanan sendiri daripada membeli langsung.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pandemic virus corona memberikan dampak yang besar bagi industri makanan dunia atas permintaan bahan pangan. Kondisi ini diperparah atas terjadinya pengurangan tenaga kerja hingga penutupan berbagai pusat perbelanjaan hingga membuat masyarakat merasa terisolasi sepenuhnya.