Month: November 2020

Ini Dia “Serangan” Politik Yang Sempat Memanas Di 2018 Antara Prabowo dan Jokowi

Ini Dia “Serangan” Politik Yang Sempat Memanas Di 2018 Antara Prabowo Dan Jokowi

2018 merupakan tahun yang menentukan bagi Indonesia, dimana masyarakat dari Sabang sampai Merauke menggunakan hak pilih untuk menentukan sosok pemimpin bangsa. Berbagai proses yang sangat panjang dilakukan mulai dari pencalonan setiap wakil partai hingga perdebatan sengit yang dilakukan baik di media massa maupun cetak. Hal ini memberikan sedikit gambaran terkait serangan politik 2018 yang kemudian banyak disoroti oleh media.

Sebelumnya disebutkan bahwa perihal debat cawapres akan diagendakan tahun 2019, namun tidak sedikit cuitan bernada sindiran telah bermunculan di media sosial sebagai bentuk ungkapan dari para pendukung calon presiden. 

Hal ini terus berkembang hingga menjadi suatu serangan politik 2018 yang banyak mendapatkan sorotan public dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Jika sudah demikian, kini giliran calon presiden yang wajib mengklarifikasi dalam sebuah debat yang sehat.

Berbagai Serangan Politik 2018 yang Sempat Memanas

Terkait dengan serangan politik tahun 2018, pastinya sedikit banyak Anda mengetahui berbagai serangan yang dihadapi oleh calon presiden saat itu. Menyikapi hal tersebut, tentu saja masing-masing calon presiden selalu menyiapkan jawaban jitu atas berbagai cuitan yang ada di luar sana. Selanjutnya, berikut ini beberapa serangan politik antara kubu Jokowi sekaligus Prabowo.

  1. Dua jari sempat menjadi kontroversi

Kejadian ini bermula dari tindakan Paspampres yang menurunkan tangan seorang warna ketika bertemu Jokowi di acara Dies Natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara. Hal ini dilakukan oleh Paspampres karena warga tersebut dinilai menyalahi aturan karena warga tersebut mengacungkan dua jarinya. 

Sontak hal ini menjadi perbincangan warganet dan dianggap sebagai bentuk serangan politik tahun 2018  kepada kubu Jokowi yang saat ini menyandang nomor urut 1.

  1. Munculnya versi baru lagu potong bebek angsa

Berbagai serangan politik 2018 tidak hanya datang dari masyarakat, namun juga berasal dari para politikus seperti halnya Fadli Zon. Disebutkan bahwa dirinya sempat mengunggah sebuah sindiran dalam bentuk lagu potong bebek angsa yang diubah sesuai versinya. Sontak saja, unggahan tersebut ramai diperbincangkan oleh kelompok Partai Solidaritas Indonesia kepada pihak kepolisian. 

Dibaca juga : Galaxy Memang Terbaik

Akan tetapi, siapa sangka jika pihak Jokowi ternyata juga memiliki lagu serupa dengan versi tersendiri.

  1. Adanya jebakan batman

Sebelum dua serangan politik 2018  di atas bermunculan, siapa sangka jika ternyata sudah ada sindiran lain yang tidak kalah pedas. Sebut saja sebuah jebakan batman yang keluar dari sosok Erwin Izharudin dari kubu PAN. Sindiran tersebut ditujukan kepada kubu Jokowi yang saat ini memutuskan untuk menggandeng KH Ma’ruf Amin. 

Tidak berhenti sampai disini, ungkapan jebakan batman tersebut kemudian juga ditujukan kepada kubu Prabowo yang ternyata menggandeng Sandiaga. Menurut Erwin baik itu Prabowo dan Jokowi telah terperangkap dalam jebakan batman terlepas masih banyaknya sosok yang layak untuk mendampinginya di luar sana.

  1. Mencuatnya istilah kecebong, kampret hingga jendral kardus

Tidak kalah menariknya lagi, terkait dengan serangan politik 2018, muncul istilah kecebong, kampret hingga jenderal kardus. Semua istilah tersebut muncul ketika Sandiaga memberikan 500 miliar kepada Andi Arief guna membantu dirinya untuk menjabat sebagai wakil presiden bersama Prabowo. Berawal dari sinilah kemudian muncul cuitan dari Andi Arief istilah jendral kardus yang diperuntukkan kepada Prabowo. 

Tidak berhenti di sini, kubu Prabowo juga memiliki sebutan untuk “menyerang” kubu Jokowi dengan istilah kecebong dan kampret.

Mencuatnya serangan politik 2018 menjadi hal yang menarik untuk diulas di media. Tidak mengherankan jika menjelang pemilihan presiden silam berbagai media sosial menyoroti semua persoalan sindir menyindir hingga pada akhirnya mereka berdua dihadapkan dalam satu forum untuk memberikan gagasan dalam mengembangkan Indonesia agar lebih maju. Melalui cara inilah dan diikuti pemilihan umum, terpilihlah Jokowi dan Amin sebagai presiden dan wakilnya.

Korupsi Buat 3 Ketum Parpol Mengakhiri Karirnya Di Balik Jeruji Besi

Korupsi Buat 3 Ketum Parpol Mengakhiri Karirinya Di Balik Jeruji Besi

Menjadi seorang yang besar tidaklah mudah. Berbagai godaan sering kali hadir dalam hidup sehingga perlu perilaku bijak dalam menyikapinya. Sayangnya, ketika seseorang telah mencapai keberhasilan, banyak dari mereka yang lupa hingga melakukan hal di luar batas kewajaran. Hal tersebut kerap kali dilakukan oleh beberapa ketua umum parpol yang melakukan tindak korupsi. Mereka tergiur dengan jumlah uang sangat banyak hingga ketua umum parpol di penjara.

Kabar ketua umum parpol di penjara memang bukanlah hal baru dalam bidang politik di Indonesia sebab sudah banyak ketua partai politik yang terjerat dengan berbagai kasus yang salah satunya adalah korupsi. 

Jika sudah demikian, mereka telah gagal dalam membawa aspirasi masyarakat di jajaran kursi dewan. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat pun juga sudah dirusak hingga kini masyarakat tidak lagi percaya atas kepemimpinan saat ini hingga pada akhirnya mereka pun dicopot sebagai ketua umum partai politik yang sempat membesarkan namanya.

Deretan Ketua Umum Parpol di Penjara Karena Kasus Korupsi

Kasus korupsi di kalangan partai politik memang sering mendapat sorotan hingga pada akhirnya membawa kasus tersebut ke meja hijau. Hingga detik ini setidaknya banyak sekali ketua umum parpol yang di penjara karena kasus penggelapan uang. Sebagai gambaran umum, berikut ini beberapa nama ketua partai politik yang pada akhirnya mendekam di penjara karena kasus korupsi yang menimpanya.

  1. Lutfi Hasan Ishaaq

Salah satu ketua umum parpol di penjara yaitu Luthfi Hasan Ishaaq yang berangkat dari partai PKS. Sayangnya, dalam perjalanan karir di dunia politik, Lutfi harus diadili karena kasus korupsi penerimaan suap dalam memberikan rekomendasi atas kuota daging kepada pihak Kementerian Pertanian. 

Dalam hal ini, dia bersama temannya terbukti menerima suap sebesar Rp 1.3 miliar yang didapatkan dari pihak PT Indraguna Utama yang dimiliki oleh Maria Elizabeth Liman. Atas berbagai kasus yang menimpanya, dia akhirnya harus mendekam di penjara selama 16 tahun dengan denda Rp 1 miliar.

  1. Anas Urbaningrum

Selain Luthfi Hasan Ishaaq, ketua umum parpol yang lainnya adalah Anas Urbaningrum. Anas yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum partai demokrat ini juga terlibat suap atas proyek Hambalang. Kasus suap ini bermula ketika pihak KPK melakukan sidak kepada kantor Grup Permai yang dimiliki oleh Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum demokrat. 

Atas tindakannya dalam menerima suap, Anas pada akhirnya harus mendekam di penjara selama 8 tahun dengan denda sebesar Rp 300 juta untuk subside 3 bulan penjara.

  1. Suryadharma Ali

Kasus korupsi juga menimpa Suryadharma Ali yang notabene merupakan mantan menteri agama. Dalam kasusnya, Suryadharma dinilai telah menggelapkan uang haji tahun 2012-2013 hingga menyebabkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp 1.7 triliun. 

Selain itu, dia juga terbukti tidak adil dalam memanfaatkan sisa dana yang berasal dari kuota haji. Atas dasar tersebut, Suryadharma termasuk dalam deretan ketua umum parpol di penjara selama 6 tahun serta denda sebesar Rp 300 juta.

Dibaca juga : Manfaat Luar Biasa Yang Akan Didapatkan!

Selain ketiga nama tersebut, siapa sangka jika ada beberapa nama besar lain yang notabene masuk dalam jajaran ketua umum parpol di penjara. Beberapa diantaranya adalah Setya Novanto yang terlibat dalam kasus pengadaan e-KTP hingga dia mendapatkan kekayaan atas tindakannya sebesar 7.3 juta dollar AS. 

Tidak hanya itu, Romahurmuzly juga harus mendekam di penjara atas kasus yang menimpanya yaitu suap atas jual beli jabatan hingga dia berhasil mendapatkan Rp 300 juta. Itulah beberapa nama ketua umum parpol di penjara yang kasusnya sempat heboh di media massa.

Deretan Negara yang Memiliki Industri Manufaktur Terbesar di Dunia

Deretan Negara yang Memiliki Industri Manufaktur Terbesar di Dunia

Struktur dan faktor penunjang produksi menjadi penilaian negara memiliki industri manufaktur yang patut diacungi jempol. Di dunia ini, ada negara yang memiliki kemampuan manufaktur yang baik sehingga menopang kemajuan perekonomian sebuah negara. Berdasarkan data dari World Economic Forum (WEF) pada tahun 2018 menunjukkan beberapa negara yang masuk dalam daftar negara industri manufaktur terbesar di dunia. Mana saja? Yuk, simak 5 negara paling dominan berikut!

  1. Jepang 

Jangan heran kalau Jepang mendapatkan julukan sebagai Macan Asia sebab berhasil menguasai industri manufaktur di dunia dengan skor paling tinggi. Negara industri manufaktur terbesar sebab memiliki permintaan yang sangat tinggi di pasaran.

Tingkat persaingan industri manufaktur yang semakin ketat malah membuat Jepang terus melakukan inovasi produk hasil buatan mereka. Perekonomian Jepang masih menunjukkan stabilitas yang bagus dan berlanjut. Produksi mobil, motor atau alat elektronik Jepang terbukti berkualitas sehingga pasar masih menaruh minat pada komoditas ekspor mereka.

  1. Korea Selatan 

Selain Jepang, Korea Selatan mendapatkan julukan sebagai Macan Asia dari kawasan Asia Timur dan pasifik. Tingkat daya saing yang ditunjukkan industri manufaktur terhadap perkembangan laju ekonomi negara cukup tinggi sekitar 29,7 persen, lho! Buat Anda yang suka dengan produk buatan Negeri Ginseng, sah-sah saja. 

  1. Jerman 

Produk manufaktur dengan teknologi yang tinggi merupakan hal paling menonjol dari komoditas ekspor Jerman. Negara yang masuk kawasan Eropa Timur menjadi salah satu dari lima besar negara industri manufaktur dengan skor tinggi. Institut penelitian di Jerman berperan membantu pembangunan industri yang menopang ekonomi negara sangat besar. 

  1. Swiss

Selain Jerman, negara di Eropa yang menjadi penyumbang ekspor manufaktur terbesar di dunia adalah Swiss. Produk unggulan yang tidak lepas dari Swiss adalah jam tangan atau arloji mewah. Anda harus tahu bahwa harga jam tangan produksi Swiss telah diakui berkualitas sehingga menawarkan harga yang lebih mahal. Meski dibandrol dengan harga yang relatif mahal, namun negara industri manufaktur ini mampu mengekspor jam tangan atau arloji ke seluruh negara hingga menguasai 50 persen dari total produksi jam tangan. 

Dibaca juga : Sisi Terbaik Yang Dimiliki Negara Manufaktur

Tak hanya ekspor jam tangan saja, Swiss memiliki citarasa coklat yang terkenal hingga diekspor ke negara lain. Jangan heran kalau Anda bakal menemukan coklat Swiss di Indonesia, ya!

  1. China 

China terus menunjukkan keperkasaan di dunia manufaktur dengan memiliki skor penilaian 8,2. Sama seperti Korea Selatan, peran manufaktur menyumbang perekonomian negara total 29,7 persen. Tingkat permintaan pasar terhadap produk unggulan China terus melonjak sepanjang tahun. Misalnya vendor ponsel asal Tiongkok yang menguasai pasar dunia antara lain Huawei, Xiaomi, Vivo, Oppo, dan lain-lain. 

Selain daftar negara industri manufaktur di atas, tentu masih ada banyak negara yang memiliki peran ekspor manufaktur ke seluruh dunia seperti Republik Ceko, AS, Swedia, dan lain-lain. Negara maju seperti Swedia yang memiliki karakter ekonomi yang lebih menonjol di bidang pengetahuan, jasa bisnis dan pelayanan publik tetap memiliki inovasi manufaktur yang tinggi. Terbukti Swedia memiliki manufaktur teknologi yang menyumbang perekonomian negara hampir 10 persen. 

Bagaimana dengan negara Indonesia di bidang manufaktur? Ternyata Anda patut berbangga karena Indonesia tercatat sebagai negara industri manufaktur terbesar di Asia Tenggara dengan tingkat kontribusi mencapai lebih 20 persen untuk perekonomian negara pada tahun yang sama. Hanya saja mengalami dampak cukup kuat pada akhir 2019 hingga imbas pandemi corona. Sudah siapkah Indonesia mengembalikan kejayaan industri manufaktur kembali?