Month: October 2020

Industri Makanan Terganggu Karena Covid-19. Bagaimana Dampaknya?

Industri Makanan Terganggu Karena Covid-19. Bagaimana Dampaknya?

Sudah empat bulan covid-19 melanda Indonesia dan beberapa negara di dunia. Tentu saja hal ini memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai industri termasuk industri makanan dunia. Jika sebelumnya, industri makanan mampu bertahan dengan berbagai strategi promosi yang tepat, di beberapa negara belahan dunia sempat dilaporkan mengalami suatu kemunduran. Terlebih lagi dengan adanya aturan lockdown di beberapa negara yang menjadikan beberapa toko hingga supermarket terpaksa berhenti beroperasi.

Ketika pusat perbelanjaan kemudian harus ditutup sebagai bentuk tindak lanjut dari diberlakukannya aturan lockdown secara masal, tentu saja kondisi ini menjadi sangat mengkhawatirkan bagi para produsen makanan. 

Mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk menyikapi atasnya pembatasan aktivitas perdagangan di dalam maupun di luar daerah. Seiring dengan semakin parahnya industri makanan dunia, tidak sedikit pula beberapa daerah kekurangan bahan makanan hingga pemerintah turun tangan dalam memenuhi semua kebutuhan pangan wilayah tersebut.

Dampak negatif atas mewabahnya covid-19 dalam bidang industri

Adanya kepedulian pemerintah untuk memberikan berbagai bantuan pangan kepada masyarakat tentu harus mempertimbangkan stok makanan untuk jangka waktu panjang. Terlebih lagi kegiatan ekspor dan impor bahan pangan mulai mengalami kendala karena berbagai aturan yang dikeluarkan pemerintah sebagai bentuk pencegahan atas mewabahnya virus corona. 

Dilansir dari BBC pada Senin 13 April 2020, pandemic covid-19 telah mengubah industri makanan dunia dengan berbagai cara seperti berikut ini.

  1. Peternak harus rela membuang sebagian besar susu sapi

Adanya dampak virus corona di berbagai negara memberikan pengaruh yang signifikan atas industri makanan dunia khususnya bagi para peternak sapi perah. Pasalnya, banyak kedai kopi yang berlangganan susu sapi harus berhenti beroperasi. Di Amerika, para peternak yang sebelumnya tergabung dalam Koperasi Susu Sapi harus membuang setidaknya 3.7 juta galon karena gangguan jalur distribusi. Selain di Amerikan, permasalahan yang sama juga terjadi di Inggris dengan resiko terbuangnya susu sapi sebanyak 5 juta liter per minggu.

  1. Hasil pertanian tidak bisa didistribusikan

Selain industri makanan dunia yang mengalami penurunan, dikabarkan bahwa industri pertanian juga harus memendam kekecewaan atas kondisi tersebut. Disebutkan bahwa beberapa petani di Amerika harus rela membiarkan semua bawang merah membusuk secara perlahan sebagai dampak atas perubahan permintaan atas produk tersebut. Selain itu juga beberapa peternak ayam harus menghancurkan telur ayam setidaknya 750.00 butir yang belum genap berusia seminggu.

  1. Kurangnya jumlah pekerja

Pandemic covid-19 juga memberikan dampak yang signifikan atas penurunan jumlah pekerja karena banyak dari mereka yang menjalani isolasi diri. Kondisi ini membuat kegiatan produksi semakin terhambat khususnya pada industri makanan dunia yang banyak mengalami kendala. Sebagai contoh di negara Jerman yang memberlakukan suatu pengecualian atas diizinkannya para pekerja Rumania dan Polandia untuk masuk ke negaranya dan membantu memanen stroberi serta asparagus. 

  1. Perubahan atas kebiasaan belanja

Mewabahnya virus corona juga memberikan dampak atas kebutuhan masyarakat akan bahan pokok. Seperti yang terjadi di Inggris yang lebih mengedepankan atas permintaan tepung karena banyak warganya yang cenderung lebih suka mengkonsumsi makanan buatan sendiri seperti roti. Tentu saja hal ini berpengaruh pada industri makanan dunia yang sebelumnya berkembang pesat kini harus menahan kekecewaan atas banyaknya masyarakat yang lebih suka membuat semua makanan sendiri daripada membeli langsung.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pandemic virus corona memberikan dampak yang besar bagi industri makanan dunia atas permintaan bahan pangan. Kondisi ini diperparah atas terjadinya pengurangan tenaga kerja hingga penutupan berbagai pusat perbelanjaan hingga membuat masyarakat merasa terisolasi sepenuhnya.

7 Pabrik Tancap Gas! Segera Groundbreaking Pindah ke Indonesia

7 Pabrik Tancap Gas! Segera Groundbreaking Pindah ke Indonesia

Pemerintah telah memastikan 7 perusahaan level internasional asal Korea, Jepang dan China siap merelokasi pabrik ke Indonesia. Tujuh perusahaan asing siap relokasi pabrik ini telah diumumkan Presiden saat mengunjungi KIT (Kawasan Industri Terpadu) Batang, Jawa Tengah. Direncanakan 7 pabrik tersebut relokasi di beberapa daerah seperti Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Namun 3 di antaranya telah direncanakan relokasi di KIT Batang.

Bagaikan mobil balap telah siap tancap gas, Bahlil Lahadalia yang menjabat sebagai kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) menyatakan bahwa 7 perusahaan asing siap relokasi pabrik ke Indonesia dan akan bergerak untuk groundbreaking di bulan Juli 2020.

Dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini, Bahlil Lahadalia juga menyatakan kini telah dipastikan 7 perusahaan yang siap berinvestasi serta telah diumumkan oleh Presiden Jokowi. Perusahaan-perusahaan itu sudah memenuhi seluruh syarat. Kepala BKPM memastikan bahwa bulan Juli direncanakan mulai groundbreaking beberapa pabrik. Hanya saja kepala BKPM tidak menjelaskan pabrik yang mana yang akan groundbreaking di bulan Juli ini.

Sebenarnya tidak hanya 7 perusahaan asing siap relokasi pabrik, kepala BKPM mengatakan bahwa ada 17 perusahaan lainnya juga sedang berproses dalam rangka memindahkan pabrik mereka ke Indonesia. Kepala BKPM hingga kini masih menjaga komunikasi baik dengan mereka dan pngembangan investasi mencapai 80%. Kepala BKPM menargetkan pada akhir tahun 2020, semua prosedur perizinan terkait investasi bagi belasan perusahaan tersebut akan beres.

Selain itu, pihak BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) juga melihat banyak negara lain yang datang memberi perhatian untuk investasi di Indonesia, salah satunya yakni Amerika Serikat. Adapun 7 perusahaan asing siap relokasi pabrik sebagaimana yang tadi telah disampaikan Presiden saat kunjungan ke KIT, yakni :

  • Meiloon
    Relokasi pabriknya di Suzhou, China. Pabriknya di China dan Taiwan merupakan pusatnya bagian produksi bagi pasar global. PT MTI (Meiloon Technology Indonesia) akan didirikan dan industri ini bergerak di bidang produksi video elektronik, speaker dan audio.
  • Sagami Electric
    Salah satu dari 7 perusahaan asing siap relokasi pabrik adalah Sagami Electric. Relokasi pabriknya di Shenzen, China. Pihak Sagami mempertimbangkan biaya tenaga kerja dan pabrik di Indonesia tergolong lebih kompetitif daripada di China. PT Sagami Indonesia didirikan sebagai perusahaan industri yang memproduksi komponen elektronika.
  • Alpan Lighting
    Relokasi pabriknya di Xiamen, China dikarenakan pihak Alpan Lapak303 mempertimbangkan tarif impor produk produksi Alpan dari Indonesia menuju Amerika Serikat 0% dibandingkan dari China menuju Amerika Serikat yang tarifnya mencapai 25%. PT CDS Asia didirikan di Indonesia sebagai perusahaan industri yang memproduksi lampu bertenaga surya.
  • Kenda Tire
    7 perusahaan asing siap relokasi pabrik selanjutnya ialah Kenda Tire. Relokasi pabriknya di Shenzen, China dikarenakan adanya peningkatan dalam permintaan pasar kawasan Indonesia. PT Kenda Rubber Indonesia didirikan sebagai perusahaan industri ban.
  • Denso
    Relokasi pabriknya di Jepang dikarenakan pihak Denso memandang Indonesia merupakan lokasi terbaik pasca melakukan riset di berbagai negara khususnya kawasan ASEAN. PT Denso Indonesia nantinya bergerak di industri perlengkapan suku cadang untuk kendaraan bermotor.
  • Panasonic
    Pabriknya relokasi ke Indonesia dari China dikarenakan pihak Panasonic ingin menjadikan kawasan Indonesia sebagai pasar dengan basis ekspor terutama bagi beberapa produk kategori home appliances. PT Panasonic Manufacturing Indonesia menjadi perusahaan di bidang industri barang elektronik.
  • LG Electronics
    Pabriknya relokasi ke Indonesia dari Korea Selatan. Pihak LG berencana menjadikan kawasan Indonesia sebagai regional dalam hubungan baru dalam menjangkau pasar sekitar Australia dan Asia. PT LG Electronics Indonesia akan didirikan sebagai perusahaan di bidang perlengkapan elektronika.